BIDADARI SURGA ASIAH

Sunday, October 11, 2015

Benarkah Anak Perempuan Merepotkan?



Banyak laki-laki yang lebih menginginkan punya anak laki-lai daripada anak perempuan. Karena kata mereka anak perempua itu merepotkan! Benarkah?

Yah anak perempuan itu bukan hanya merepotkan, tapi sangat merepotkan. Dari kecil aja udah mahal beli bajunya, apalagi kalau sudah dewasa maka kebutuhannya bertambah banyak. Mulai dari  pakaiannya yang berbagai model, pernak perniknya, hand bodynya, make upnya, lulurnya, pengeluaran yang wajib tiap bulan dan masih banyak pengeluaran yang lainnya. Gimana sangat berat bukan?. Belum cukup sampai disitu, meski seorang ayah sudah memenuhi semua kebutuhan dunia-nya, ia tetap  dibebankan juga untuk menjadikan anak perempuannya menjadi wanita sholehah. Karena jika  anak perempuannya tidak sholehah maka lelaki yang notabene  adalah seorang "ayah" akan diseret paksa ke neraka, Sulit !.

Sudah habis-habisan menghidupi  mereka, dan pontang panting menjaga keamanan mereka ternyata setelah menikah, eh dibawa pergi pada akhirnya oleh suaminya. Hingga terkadang ia tidak bisa menjaga kedua orang tuanya yang sudah renta demi seorang lelaki yang baru dikenalnya ketika dewasa. Akhir yang rasanya tidak adil bagi seorang ayah yang sudah berkorban susah payah! jadi memang ternyata bukan hanya merepotkan tetapi juga merugikan. Hmmm...betul begitu?

Mungkin itu ada dalam pemikiran bagi seorang lelaki yang perhitungan. Tapi bagi seorang lelaki yang paham islam dia pasti menyadari bahwa sebenarnya mendapat rezeki anak perempuan itu adalah sebuah keberuntungan. Mengapa?

Tak tahukah seorang lelaki, bahwa pengabdian seorang wanita sebagai istri kepada seorang suami adalah "tiket" yang diberikan dirinya sebagai anak perempuan kepada ayahnya untuk dimasukkan ke dalam surga.

Ingat kisah ini, Dizaman Rasulullah ada seorang wanita yang ditinggalkan pergi oleh suaminya. Sebelum pergi suami tersebut berpesan pada istrinya untuk tidak boleh meninggalkan rumah selama dia pergi. Saat suaminya pergi beberapa saat kemudian, datanglah seorang utusan yang memberitahukan kepada wanita tersebut bahwa ayahnya sedang sakit keras dan ia diminta untuk datang segera ke rumah ayahnya. Namun karena teringat pesan dari suaminya, meski sedih dan gelisah wanita tersebut tetap tidak  beranjak dari rumahnya sampai suaminya pulang kerumah dan hanya menyampaikan permintaan maafnya untuk kedua orang tuanya kepada utusan tersebut. Utusan itu datang sampai ketiga kalinya, namun wanita tersebut tetap menolak untuk keluar dari rumah disebabkan tidak adanya izin keluar dari suaminya. Hingga utusan itu datang kembali dan memberitahukan bahwa ayah-nya telah meninggal dunia. Betapa sedihnya wanita tersebut mendengar kabar kematian ayahnya. Mengetahui kejadian tersebut, Rasulullah memerintahkan sahabat untuk menemui wanita tersebut dan memintanya untuk tidak bersedih sebab kepatuhannya pada perintah suaminya untuk tidak keluar dari rumah telah membuat Allah ridho pada wanita tersebut dan sebagai hadiahnya, Allah SWT telah memasukkan ayah wanita tersebut ke dalam surga.

Masya Allah, sungguh hanya dengan kepatuhan seorang wanita kepada suaminya, Allah menghadiahkan surga bagi ayahnya. Balasan yang menggiurkan bagi seorang ayah yang memiliki anak perempuan dan yang kemudian ikhlas melepasnya pergi mengikuti suaminya setelah dirawatnya dengan susah payah.

 Lagipula para ayah tak boleh "berat hati" ketika anak perempuannya pergi dengan dengan suaminya karena sebelum mereka merasakan hal "berat" itu mereka telah lebih dulu membuat lelaki yang lain merasakan perasaan yang "sama" dengan membawa pergi anak perempuan mereka dulu. :P

Maka bagi wanita yang menyayangi ayahnya namun belum mampu untuk membalas semua kebaikkan yang diberikan ayahnya selama ia masih hidup, kamu tetap punya kesempatan untuk membalas jasa mereka hanya dengan "patuh" pada suamimu... :)

Dan tak tahukah laki-laki bahwa Allah menjanjikan 1 pintu neraka  akan tertutup pada 1 anak perempuan yang dikirimkannya kepada mereka dengan syarat selama di dunia mereka menjaga anak perempuan mereka dengan baik sebelum ia mendapatkan imamnya, dan itu bukan pada anak laki-laki!.

Saya pernah membaca sebuah buku terjemahan dari timur tengah, maaf saya tidak dapat menyebutkan judul bukunya karena saya sudah lupa dikarenakan ingatan saya yang memudar. Tapi salah satu kisah dari buku tersebut sangat menyentuh hati saya, berikut kisahnya yang saya ceritakan dalam versi saya.

Ada seorang lelaki di timur tengah yang sangat mendambakan anak, tentu bagi orang arab, mempunyai anak lelaki adalah yang paling di inginkannya. Alkisah istrinya mengandung dan kemudian melahirkan anak perempuan. Meski sempat kecewa tetapi ia tetap menerima anak perempuan tersebut. Tahun berikutnya  istrinya kemudian melahirkan anak kedua mereka dan masih juga seorang perempuan. meski kecewa ia tetap menerima anak perempuan tersebut dan berharap mendapatkan anak lelaki di kemudian hari. Tahun berikutnya istrinya kembali melahirkan anak mereka yang ketiga. dan Allah masih berkendak untuk tetap memberikannya anak perempuan. Lelaki tersebut meskipun kecewa tetapi ia masih menyimpan harapan untuk tetap mendapatkan anak lelaki di tahun berikutnya lagi. Keinginan tinggal keingingan selama tiga tahun berikutnya, anak yang lahir dari rahim istrinya masih juga seorang perempuan. Kini ia sudah memiliki 6 anak perempuan. Lelaki tersebut kini merasa kecewa yang amat sangat kepada Allah. Hatinya kini begitu berat menerima 6 anak perempuan yang sekarang Allah titipkan kepadanya. Lelaki tersebut-pun kecewa dan marah pada Allah atas ketetapan yang Allah berikan kepadanya. Dia-pun mulai suka mengadu atas kemarahan dan kekecewaanya pada Allah dalam setiap sholatnya. Hingga setahun berikutnya istrinya mengandung anak mereka yang ke tujuh. Disini lelaki tersebut begitu menaruh harapan yang besar pada kehamilan istrinya yang ketujuh. Dengan harapan kelak yang lahir adalah seorang anak laki-laki. Jika Allah kembali memberikannya anak perempuan maka laki-laki tersebut memutuskan untuk tidak menerimanya. Hingga pada suatu malam, ia bermimpi telah meninggal dunia. Dan karena begitu banyak dosa yang ia lakukan selama di dunia, lelaki tersebut kemudian diseret oleh malaikat untuk masuk kedalam pintu neraka yang pertama. Tetapi ajaibnya Malaikat tidak jadi memasukan ia kedalam pintu neraka yang pertama sebab di depan pintu tersebut telah dihalang oleh anak perempuannya yang pertama.

Gagal pada pintu pertama, malaikat kemudian menyeret lelaki tersebut menuju pintu neraka kedua. Namun lelaki tersebut tidak jadi dimasukan ke dalam neraka tersebut, karena di depan pintu neraka kedua telah dihalangi pula oleh anak perempuannya yang kedua.

Gagal pada pintu neraka kedua, malaikat kemudian menyeret lelaki tersebut menuju pintu neraka ketiga. Namun lelaki tersebut kembali tidak jadi dimasukan ke dalam neraka tersebut, karena di depan pintu neraka ketiga telah dihalangi kembali oleh anak perempuannya yang ketiga. Begitu seterusnya, hingga sampailah ia pada pintu neraka yang ketujuh. Pada pintu neraka yang ketujuh, malaikat memberitahunya bahwa ia sudah tidak punya lagi anak perempuan yang menghalanginya untuk masuk ke dalam neraka yang ketujuh. Hinga diseretlah ia masuk kedalam neraka yang ketujuh. Saat itulah dia terbangun dari mimpinya. Menyadari anggapannya yang keliru terhadap anak perempuan ia segera mendapati istrinya yang sedang mengandung. dan kemudian memohon ampun kepada Allah atas keinginannya yang khilaf. Dan dalam doanya yang terakhir, lelaki tersebut meminta dengan sangat kepada Allah agar anak yang lahir pada kehamilan istrinya yang ketujuh adalah seorang anak perempuan. Dan Allah memberkati lelaki tersebut dengan memberikannya seorang anak perempuan. Begitu bahagianya lelaki tersebut menerima anak perempuannya yang ketujuh, bahagia yang tidak dirasakannya pada kelahiran anak perempuannya yang sebelumnya. Karena Ia tau bahwa anak perempuan yang ketujuh akan menjadi pelengkap bagi dirinya untuk terhalang masuk pada neraka yang ketujuh. Maka setidaknya ia telah memiliki  7 penghalang pintu neraka melalui 7 anak perempuannya. 7 pintu yang disiapkan Allah di akhirat bagi manusia.

Masya Allah, ini adalah kisah nyata yang begitu menginspirasi diri saya sebagai seorang perempuan. Karena posisi saya adalah seorang perempuan, maka sebagai anak perempuan yang sangat menyayangi ayahnya, saya berharap bisa menjadi "penghalang" pintu neraka bagi ayah saya. Inilah salah satu alasan utama saya berusaha sekuat tenaga menjadi seorang wanita sholehah agar kelak saya dapat menolong ayah saya untuk menghalanginya masuk ke dalam neraka. Setidaknya itulah balasan terbesar yang dapat saya berikan kepada Ayah saya yang telah susah payah membanting keringatnya untuk membesarkan dan menghidupi saya. (Teringat di masa kecil ketika ia harus rela berlarian dikejar petugas karena ia menggelar dagangannya di kaki lima, bahkan tak sedikit ia harus merelakan tubuhnya disinggahi kayu pentungan yang mengakibatkan tuuhnya membiru. ah ayahku.... T T )
Setidaknya aku tidak sia-sia dijaganya selama ini. Insya Allah. Semoga aku bisa. Bantu aku sahabat dengan doa kalian yah.. :)

Rasulullah saw pun  bersabda ;
"Siapa yang diberikan rezeki anak-anak perempuan, kemudian ia bersabar dalam memperlakukan mereka, niscaya mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka"
(HR.Bukhari)

1 wanita = 1 pintu surga
1 wanita penghalang 1 pintu neraka.

Masih mengganggap anak perempuan itu merepotkan? maka satu kalimat untuk para calon Ayah....

"Hanya laki-laki bodoh yang menolak anak perempuannya"


Asiah Muslimah

Monday, September 7, 2015

Lelaki DAN Perawan


Ada saat dimana akupun harus membuat catatan buat lelaki, catatan tentang mereka yang tentu saja berhubungan dengan kaumku wanita. Yah, meski aku bukan lelaki. Aku membuat sebuah catatan kecil ini bukan untuk menyinggung, menghina ataupun merendahkan lelaki. Bagaimana mungkin aku begitu berani menghina "kaum" lelaki sementara Allah begitu meninggikan mereka dengan menjadikan mereka "imam" bagi para wanita.? tapi ada baiknya aku mengusik sedikit "kelelakian" mereka bukan untuk permusuhan tapi untuk persuaudaraan, karena bagaimanapun kita diciptakan untuk saling berdampingan. ^^

Saat ini aku melihat kenyataan bahwa lelaki selalu menilai "harga" wanita dari keperawanannya, sementara mereka sendiri "lupa" untuk menilai "harga" dari keperjakaan lelaki mereka.

Adalah fakta bahwa sebagian besar lelaki kelak menginginkan seorang istri yang tentunya masih "perawan". Akan nampak kekecewaan yang sangat besar pada raut wajahnya ketika di malam pertama dia harus menerima kenyataan pahit bahwa istrinya tak lagi perawan. Apalagi di zaman kapitalisme ini untuk mendapat wanita yang masih perawan sulitnya seperti "memilih kucing dalam karung". Untung buntung sama persentasenya. Karena itu banyak sekali slogan yang dibuat agar wanita zaman sekarang "kekeuh" menjaga perawannya. salah satu slogannya diantaranya adalah,

"wanita itu seperti porselen, jika retak maka tidak akan ada yang mau membelinya".

Untuk slogan ini saya sangat sangat sepakat. Namun rasanya tidak adil bagi saya jika hanya wanita yang dituntut untuk menjaga "keperawanannya" sementara lelaki tidak dituntut untuk menjaga "keperjakaannya". Yah, coba lihat saja, ada gak slogan yang mengkampanyekan hal tersebut misalnya,

"Lelaki sholeh adalah lelaki yang masih perjaka"

ada gak? yah gak ada. he..he... :p

Belum cukup sampai disitu, wanita harus rela dicap sebagai "Racun Dunia". Predikat yang diberikan oleh lelaki karena "gerah" melihat tingkah wanita yang semakin menjadi. Seolah olah wanita itu adalah biang penyebab lelaki itu binasa di dunia. Kaumku wanita memang Racun Dunia, tapi jangan lupa predikat sebagai "Perhiasan Dunia" juga milik kami andai kami menjadi sholehah. Predikat terbaik yang langsung diberi oleh Nabi kami tercinta yang notabene adalah seorang lelaki. ;)
Lalu apa hubungannya dengan lelaki? he..he...maaf, banyak.!

Kalau mau jujur, alasan terbesar rusaknya "perhiasan dunia" itu adalah karena lelaki. Faktanya, alasan wanita untuk tampil cantik dan seksi sekarang ini adalah karena banyak lelaki cenderung lebih tertarik pada wanita dengan gaya seperti itu. Bahkan semakin seksi maka semakin banyak pujian yang wanita dapatkan.

Dan jangan lupa, alasan wanita banyak yang kehilangan keperawanannya juga adalah karena lelaki sendiri yang rajin "mencurinya" atas nama cinta. Pasti lelaki yang naif akan mengajukan protesnya dengan dalih bahwa mereka juga ikut kehilangan keperjakaan mereka. Mungkin itu ada benarnya tetapi ingat, lelaki tak pernah ditanyakan Dunia,
"masih perjaka"?


Lelaki MENYAKITI LELAKI

Ini bukan tentang kisah sesama jenis, tapi persoalan keperawanan yang bukan hanya tentang lelaki menghancurkan wanita tetapi sebenarnya juga tentang seorang lelaki yang menyakiti lelaki yang lain. Bagaimana bisa?

Pernahkah sahabat mendengar sebuah lagu dangdut yang dinyanyikan oleh Mansyur S  dengan judulnya "Air Mata Perkawinan"?, dalam baitnya, dia bertutur betapa kecewa dirinya setelah mengetahui istrinya tak lagi perawan, bahkan dengan tegas dia bertanya, "katakanlah, siapakah orang (lelaki) yang telah mendahului aku? :P

Sebenarnya itu hanya perwakilan dari isi hati para lelaki yang lain yang tersakiti oleh sebab lelaki. Para lelaki tak pernah sadar bahwa jika mereka "mencuri" perawan wanita yang bukan istrinya, maka hakekatnya mereka telah "melukai" perasaan lelaki yang lain tersebut dengan mengambil yang bukan haknya.
Bukan itu saja, bahkan lelaki tersebut telah "merusak" jodoh lelaki yang lain andai wanita tersebut tak jadi dinikahi oleh lelaki. Lelaki telah berani "merusak" JODOH yang akan "dihadiahkan" Tuhan bagi hambaNya lelaki yang lain. Cukup berani kata aku!. Dan setelah itu saat akan menikah mereka getol memilih wanita yang masih perawan. . Sungguh hina bukan?

Sayang, karena mereka terkenal dengan slogan "manusia yang 99 % menggunakan akal" maka mereka tidak akan merasakan sampai disitu, kecuali jika mereka sudah berada pada posisi tersebut. Andai saja saat dia hendak "merusak" keperawanan seorang wanita, dia benar benar menggunakan akalnya bukan nafsunya maka lelaki itu akan berpikir, "bagaimana jika jodohnya dirusak pula oleh lelaki yang lain"? Dan jika itu benar benar terjadi, apa dia akan ridho? dan diam saja? tentu reaksi pertama yang akan dia lakukan saat itu adalah bertanya, "katakanlah, siapakah lelaki yang telah mendahului aku..? he...he...

Atau, anggaplah dia lelaki yang egois, yang mau untung sendiri sehingga meski alasan telah "merusak jodoh" dan "melukai hati" lelaki yang lain tidak begitu mengena di hatinya, maka andai lelaki itu masih punya nurani, hal yang harus muncul dalam benaknya adalah, "Bagaimana jika kakak perempuan atau adik perempuannya atau bahkan anak perempuannya sendiri "dirusak" oleh lelaki yang lain?
Apa reaksi lelaki tersebut? saya yakin seyakin yakinnya, jika dia adalah lelaki, saudara dari seorang perempuan dan Ayah dari seorang anak perempuan, yang masih mempunyai "harga" dari "kelakiannya" maka lelaki tersebut pasti bukan hanya bertanya, tetapi akan menuntut balas atas penghinaan tersebut. Karena itu, "cubit dulu kulit sendiri, tau sakitnya, dan akan seperti itulah sakit yang dirasakan oleh orang lain.


LELAKI SURGA

Menjaga kehormatan dan kesucian seorang wanita adalah sebuah "kewajiban" yang dibebankan Allah pada seluruh lelaki yang hidup di dunia ini, tanpa terkecuali.

Karena itu, jangankan untuk menjaga kehormatan dan kesucian wanita yang mempunyai hubungan darah dengan kita, menjaga kehormatan dan kesucian seorang wanita yang bukan sedarah dengan kita adalah "jihad" dimata Allah. 

Lihatlah kisah di masa Rasulullah SAW ketika ada seorang wanita muslim yang diganggu oleh lelaki yahudi, seorang lelaki muslim yang melihat kejadian itu tanpa berpikir panjang langsung menolong wanita tersebut hingga mengakibatkan dirinya terbunuh. Maka lelaki muslim tersebut oleh Rasul dikatakan sebagai lelaki penghuni surga. Bahkan setelah itu, Rasulullah SAW mengerahkan seluruh pasukannya untuk memerangi seluruh yahudi tersebut. 

Hal yang sama dilakukan oleh Khalifah Al-Muthasim Billah, demi mendengar teriakan seorang wanita yang auratnya "disingkap" oleh lelaki yahudi di kota Amuria, maka tanpa menunggu lama, Khalifah mengirimkan pasukannya untuk membalas pelecehan tersebut dengan menyerbu kota Amuria dan melibas seluruh pasukan Romawi . Pasukan yang dikirimkan-pun tidak tanggung-tanggung, sejarah mencatat bahwa kepala  pasukan Khalifah Al - Muthasim sudah masuk di kota Amuria tapi ekor pasukan masih di kota Bagdad. Ingat, itu demi kesucian "seorang" wanita saja.


Tapi yang menjadi "ironi" adalah, sekarang lelaki muslim telah menjadi "pasukan kolor ijo"...kenapa, karena jika itu dulu dilakukan secara individual sekarang telah menjadi beramai ramai, berkelompok bahkan berencana. Alasannyapun bermacam macam. Tapi apapun alasannya, Nafsu birahi adalah alasan dibalik semua itu. Saat melakukan kebejatan tersebut, Lelaki itu tidak sedikitpun berpikir seperti yang saya katakan di atas. Dan tanpa sedikitpun "TAKUT PADA ALLAH".
Karena itu, Bagi lelaki yang tak bisa menjaga keperjakannya jangan menuntut banyak. Jangan setelah kalian mencuri perawan wanita lain dan menghilangkan keperjakaan kalian, kalian masih menuntut lebih dan berharap lebih untuk mendapatkan wanita yg masih tersegel. Lihat, Kucing aja gak masalah meski dia mendapat "sisa" karena kucing lebih "tau diri" daripada "LELAKI". kalo gitu MALU SAMA KUCING dong! meong...meong...!


LELAKI YANG BAIK

Islam adalah agama yang mempersaudarakan manusia satu dengan manusia lain dengan ikatan akidah, otomatis menyatukan lelaki muslim dengan lelaki muslim yang lainnya. Karena itu janganlah menyakiti saudaramu dengan merusak jodohnya hingga melukai hatinya. Rasulullah SAW bersabda :

"Seorang Muslim adalah saudara muslim yang lain, ia tidak akan mendzoliminya dan tidak akan membiarkannya binasa..."

(Mutafaq Alaih dari Ibnu Umar) 
Maka, saudara yang baik adalah yang menjaga perasaan saudaranya...

Untuk Lelaki
Wanita adalah Hawa, sosok yang diciptakan dari tulang rusuk Adam yang bengkok. Karena itu yang dapat merubah wanita tentulah lelaki, karena itu aku meminta dengan tulus kepada para lelaki :

@ Bantu kami, jaga keperawanan kami! Jika kami menjual murah padamu, maka jangan jual murah pula dirimu. Ingatkan kami untuk "takut" pada Allah, jika kami tetap tak sadar, Hinalah kami dengan segala hinaan, dan tinggalkanlah kami. Dengan begitu engkau akan mendapat pahala dengan naungan surga yang sangat luas dari Allah SWT.


Rasulullah SAW bersabda :
"Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah di bawah naunganNya pada hari yang tidak ada naungan kecuali naunganNya, yaitu ....Seorang lelaki yang diajak oleh seorang perempuan yang cantik dan berkedudukan untuk berina tetapi dia berkata "Aku takut kepada Allah!..."
(HR. Abu Hurairah)

Berbahagialah lelaki yang pernah melakukan hal ini, buat kalian...jempol 1000X. ;)

@ Jangan menilai kecantikan kami dari wajah kami atau putihya kulit kami, tapi lihatlah dari kecantikan akhlak kami karena wanita yang berakhlak baik akan "meneduhkan" hati kalian.

@ Jangan memilih kami karena keseksian tubuh kami, atau dari seberapa pendek pakaian kami, tapi lihatlah dari seberapa panjang jilbab (gamis) dan khimar (kerudung) yang kami kenakan untuk menjaga aurat kami. Yakinlah, semua wanita yang menutup auratnya di dunia ini melakukannya demi menjaga kehormatan suami mereka kelak. Tak percaya? tanyakan langsung padanya jika engkau berhasil mendapatkan wanita sholehah tersebut ;)


Untuk Kaumku...

"Jika kalian ingin menilai seorang lelaki penyayang atau tidak, maka lihatlah dari cara dia memperlakukan ibu dan saudara perempuannya".
Jika dia berlaku kasar kepada kedua wanita tersebut maka yakinlah dia akan berlaku kasar pula kepadamu dan sebaliknya jika dia berlaku baik kepada keduanya maka insya Allah dia akan berlaku baik pula kepadamu.


"Jika kalian ingin menilai seorang lelaki bertanggung jawab atau tidak, maka lihatlah bagaimana cara dia dalam menjaga keamanan ibu dan saudara perempuannya." Jika dia menjaga keduanya dengan baik dalam pemeliharaannya maka insya Allah dia akan menjagamu dengan baik pula begitupun sebaliknya.

LELAKI ITU SEPERTI....?

Lelaki yang suka melihat Aurat wanita adalah seperti "Pencuri" yang mengambil barang dengan" matanya" bukan dengan "tangannya".


Lelaki yang mencuri start sebelum wanita itu halal untuknya adalah seperti "Saudagar" yang berdagang dengan "tubuhnya" bukan dengan "hartanya"

Lelaki yang suka meniduri wanita adalah seperti "Kesatria" yang berperang dengan "kemaluannya"...bukan dengan "pedangnya"..


Lelaki yang suka melecehkan wanita adalah seperti "Panglima" yang bertempur di "kamar tidur" bukan di "medan perangnya".

 
Lelaki yang suka memukul wanita adalah seperti "Jendral" yang ditakuti karena "mulutnya" bukan karena "strategi" perangnya.

Lelaki yang meninggalkan sholatnya adalah seperti "Kapten" yang mengarungi samudera dengan "bambu rakitnya" bukan dengan "kapalnya".

DAN...
Lelaki yang menjaga kehormatan wanita adalah  seperti "Raja" yang Hebat karena "kemuliaanya" bukan karena "kebengisannya".

Lelaki yang menjaga kemaluannya adalah "Mukmin" yang mulia karena "keimanannya" bukan karena "ketampanannya".


Asiah Muslimah


 
 

Sunday, July 5, 2015

Seberapakah Panjang Uluran Jilbabmu Muslimah?




Terkadang masih banyak kebingungan diantara para muslimah tentang seberapa panjang "kain" jilbab yang harus mereka ulurkan diatas tubuh mereka. Apakah harus sebatas mata kaki, ataukah melebihi mata kaki, bahkan mungkin haruskah kain jilbabnya  menyeret tanah? Saya sendiri-pun sempat keliru menafsirkan tentang hal tersebut sehingga terkadang berbuat salah sama teman teman akhwat yang lain.
Alhamdulillah, saya telah mendapat sebuah tulisan yang menjelaskan tentang hal ini. Penjelasan ini saya dapat dari artikel Soal-Jawab Amir Hizbut Tahrir, Syaikh Atha Abu Rasytah....saya copy tulisan indonesia-nya saja. semoga tulisan ini bermanfaat bagi teman-teman. Syukran.
Tanya jawab dengan Amir Hizbut Tahrir Syaikh Atha Abu  Rasythah.
Tanya : Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh, semoga Allah menerima keta’atan kalian
Saya memohon kepada Allah agar mengaruniakan kepada antum dan kepada kami semua  pertolongan, kekuatan dan  ketegaran, dan menolong engkau dengan menganugerahkan kepada engkau Khilafah yang Kedua sehingga engkau menjadi Khulafaaurraasyidin yang ke enam, sesungguhnya Allahlah yang  menjadi Penolong dalam masalah ini dan Dia Maha Kuasa untuk merealisasikannya.
Syaikh yang kami muliakan, terdapat dalam Kitab An Nidzom Al Ijtimaai Fil Islam, cetapak ke empat (2003/1424) dalam Topik An Nadzru Ilal Mar’ah yang menjelaskan sifat pakaian perempuan yang dipakai diatas baju yang dipakainya yaitu pada hal 49-50
(ويشترط في الجلباب أن يكون مرخياً إلى أسفل حتى يغطي القدمين، لأن الله يقول في الآية: ﴿يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ﴾ أي يرخين جلابيبهن لأن مِنْ هنا ليست للتبعيض بل للبيان، أي يرخين الملاءة والملحفة إلى أسفل، ولأنه روي عن ابن عمر أنه قال: قال رسول الله: «من جرَّ ثوبه خيلاء لم ينظر الله إليه يوم القيامة، فقالت أم سلمة: فكيف يصنع النساء بذيولهن؟ قال: يرخين شبراً، قالت؟ إذن ينكشف أقدامهن. قال: يرخين ذراعاً لا يزدن» أخرجه الترمذي، فهذا صريح بأن الثوب الذي تلبسه فوق الثياب - أي الملاءة أو الملحفة - أن يرخى إلى أسفل حتى يستر القدمين، فإن كانت القدمان مستورتين بجوارب أو حذاء فإن ذلك لا يُغني عن إرخائه إلى أسفل بشكل يدل على وجود الإرخاء، ولا ضرورة لأن يغطي القدمين فهما مستورتان...) :
1.Saya merasa ada tanaaqudh (kontradiksi) dalam alinea ini dimana dikatakan : Ini jelas bahwa pakaian (luar) yang dikenakan di atas pakaian (dalam) –yaitu (dalam bentuk malaa’ah, malhafah) agar para perempuan mengulujrkannya sampai asfal (bawah, lantai) agar bisa menutupi kedua kaki sehingga keduanya bisa tertutup.  Dan diantara pendapatnya adalah : tidak ada keharusan untuk menutupi kedua kaki dimana keduanya tertutup.Bagaimana kami bisa memahami hal ini ?  Dan bagaimana kami bisa memahami perintah ini ?  Apakah perempuan wajib untuk menutupi kedua kakinya dengan jilbabnya atau menutupinya dengan kauskakinya yang menutupi apa yang sudah tertutup ?
Ditambah satu pertanyaan lain wahai Syaikh kami dan saya mohon maaf jika pertanyaan saya agak bertele-tele.
2.  Berkaitan dengan yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar dimana Rasulullah SAW telah bersabda
«من جرَّ ثوبه خيلاء لم ينظر الله إليه يوم القيامة، فقالت أم سلمة: فكيف يصنع النساء بذيولهن؟ قال: يرخين شبراً، قالت؟ إذن ينكشف أقدامهن. قال: يرخين ذراعاً لا يزدن» أخرجه الترمذي،
“Barangsiapa yang menyeret pakaiannya maka Allah tidak akan mau melihatnya pada hari kiamat, maka berkatalah Ummu Salamah : “Maka apa yang harus dilakukan oleh para perempuan dengan dzuyuul (buntut-buntut, ujung baju bagian bawah) mereka ?   Dari mana qiyas Ummu Salamah terhadap masalah ini apakah dari persendian atau dari bagian tengah kaki ?  Dan seberapa jauh seorang perempuan harus mengulurkan jilbabnya, apakah dia mengulurkannya sampai menyapu lantai, atau menutupi seluruh kaki atau hanya hanya sampai mata kaki saja atau dia menutupinya dengan kaus kaki atau apa ?
Semoga Allah memberkahimu wassalaamualaikum warahmatullaahi wa barakaatuh.
Ummu Saddain – Baitul Muqaddas
Jawab :
Wa alaikum salaam warahmatullaahi wabarakaatuh
Di masa lalu perempuan (terutama di desa) berjalan kaki dengan tidak memakai alas kaki atau menggunakan sandal atau yang semacam itu dan tidak menutupi seluruh kaki sehingga kedua kakinya terbuka, kecuali apa bila dia memanjangkan jilbabnya sampai tanah sehingga kedua kakinya tidak terlihat ketika dia sedang berjalan.  Dan ketika Rasulullah SAW melarang untuk menyeret pakaian dengan penuh kesombongan, Ummu Salamah berpandangan bahwa jika jilbab tidak menyapu lantai dan jika berjalan menyeretnya maka ketika dia berjalan dan menggerakkan kedua kakinya maka pasti  kakinya akan kelihatan, yang demikian itu karena kedua kakinya tidak tertutup sementara dia berjalan kaki tanpa menggunakan alas kaki atau mengenakan sandal yang tidak menutupi kaki seluruhnya, maka dia (Ummu Salamah) bertanya kepada Rasulullah SAW : maka apa yang harus dilakukan oleh para perempuan dengan ujung bajunya ?  Karena pada waktu itu para perempuan memanjangkan jilbabnya sehingga kalau berjalan menyeret pakaiannya agar tidak terlihat kedua kakinya jika sedang berjalan, maka Rasulullah SAW membolehkan mereka untuk memanjangkan jilbabnya sejengkal atau sedepa dari kaki agar kakinya tidak kelihatan jika sedang berjalan.  Maka topik pembahasan dalam hal ini adalah memanjangkan jilbab dalam rangka untuk menutupi kedua kaki, dengan kata lain bahwa pertanyaan ummu salamah itu dilontarkan dalam rangka untuk menutupi kedua kaki, maka ‘illat yang dimaksudkan dalam  memanjangkan baju di lantai menambah panjang irkha (uluran) adalah untuk menutupi kedua kaki, dan ma’lul (hukum fakta yang mengandung illat) itu selalu berputar bersama ‘illat, ada illat ada hukum tidak ada illat tidak ada hukum, maka apabila kedua kaki telah tertutup maka tidak ada kebutuhan untuk untuk mengulurkan pakaian sehingga panjang dan kalau berjalan harus menyeretnya, pakaian hanya perlu diulurkan atau dipanjangkan sampai makna al idnaa (al irkhaa)  yang terdapat dalam ayat
﴿يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ﴾
Sudah tercapai maka itu sudah cukup.  Dengan kata lain sampai menutupi kedua kaki.
2.  Adapun mengenai darimana Ummu Salamah mengqiyaskan sejengkal atau sehasta, maka masalahnya adalah “menyeret pakaian di atas tanah” Inilah yang ditanyakan oleh Ummu Salamah tentang penafsiran tentang hal itu.  Dan sesungguhnya dia (Ummu Salamah) sudah mengetahui bahwa sesungguhnya jika tidak diulurkan/dipanjangkan pakaian itu maka kedua kaki akan kelihatan ketika sedang  berjalan.  Memang benar, jika pakaian tidak diulurkan sampai ke lantai sedikitpun dan perempuan berjalan dengan tidak mengenakan alas kaki atau mengenakan sandal yang tidak menutup maka kakinya pasti akan kelihatan ketika perempuan menggerakkan kedua kakinya maka sebagian kakinya akan tersingkap.  Maka Rasulullah SAW memberikan izin untuk mengulurkan sejengkal tambahan dari lantai karena topiknya adalah ttg menyeret pakaian.  Dan makna kata menyeret, maksudnya adalah memanjang di atas lantai dan itu menunjukkan makna sejengkal dari lantai, dengan kata lain sejengkal dari batas kaki paling bawah (lantai).
Dan saya mengulangi sekali lagi bahwa yang dimaksud dengan hal ini adalah agar kedua kaki tidak tersingkap, maka apabila kedua kaki telah tertutup dengan kaus kaki maka cukup mengulurkan pakaian sampai kaki bagian atas (a’lal qadam) yang tertutup dengan kaus kaki, dengan kata lain cukup sampai kedua mata kaki selama seluruh kaki telah tertutup.
Saudaramu Atha Abu Ar Rasyrah
27 Januari 2014

Itulah jawaban dari syekh Atha. jadi kesimpulannya adalah jilbab yang kita pakai panjang ujung kainnya bisa tidak menyeret atau menyentuh aspal ( jalan) dengan syarat kaki kita sudah ditutupi oleh sesuatu seperti kaus kaki. panjang jilbabpun selama ujung kainnya masih sebatas mata kaki maka jilbab tersebut sudah terkategori syar'i. kemudian tidak boleh jika panjang ujung kain jilbab hanya sampai di atas mata kaki meskipun kita telah menggunakan kaos kaki. semoga artikel ini bermanfaat bagi teman teman semuanya. ;)

Saturday, December 13, 2014

SEBEL

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Saya heran, mengapa ada orang yang begitu jahatnya menghack blog dan memblokir artikel blog saya, padahal saya tidak pernah bersalah padanya. apa karena tulisan saya begitu menyentuh hati orang tersebut hingga dia "MERADANG"? syukurlah jika seperti itu, karena "MERADANGNYA" ia adalah salah satu tanda bahwa dia masih mempunyai hati yang masih dapat tersentuh kebenaran, kebalikan jika dia mengacuhkannya.

Lagipula mungkin "orang jahat" itu tak pernah tahu bahwa dia tidak dapat membungkam kebaikan dan kebenaran sepintar apapun dia, sebab rumus kebaikan dan kebenaran adalah "Mati Satu Tumbuh Seribu". Blog ini hanya satu diantara blog blog yang menyuarakan kebaikan dan kebenaran yang akan tumbuh tiap saat..

"Orang jahat" itu juga lupa bahwa sesungguhnya dibalik penjaga kebaikan dan kebenaran itu adalah "Allah SWT". Dan dibalik ilmu yang dia miliki adalah karena Allah yang menitipakan ilmu itu padanya, mudah bagi Allah untuk mengambil kembali ilmu tersebut pada dirinya.

Oleh karena dia telah mencoba mengusik kebaikan dan kebenaran milik Allah, maka saya serahkan kepada Allah untuk membalas setiap "dzahrah" dari perbuatannya dengan cara Allah. Kemudian karena saya bukan seorang hacker yang bisa membalas menghacker, saya titip doa saja pada Allah, "Semoga allah menghilangkan semua ilmu yang dia miliki, karena ilmu yang dia miliki ( titipan Allah) dia gunakan untuk menyusahkan orang lain, tapi tambahkanlah ilmunya jika dia sadar dan mengunakannya untuk membantu orang lain. amin,amin,amin ya rabb.

dan bagi pembaca setia blog saya, saya sangat kesulitan memperbaiki semua file yang telah dia rusakkan. kalapun saya tidak bisa memperbaikinya semoga tulisan saya bisa dibaca dalam media yang lain. jazakillah khair.

Asiah Muslimah